Hancurnya Teori Evolusi Darwin



Hancurnya Teori Evolusi Darwin
Keilmuan dan teknologi kini semakin berkembang pesat mengikuti perkembangan zaman. Zaman di mana beberapa ilmuan berusaha memamerkan temuannya untuk mengubah dunia semakin maju. Berbagai teori menjadi tenar di kalangan kita, salahsatunya teori evolusi Charles Darwin, yang sering dianggap sebagai teori yang konyol dan dusta. Namun, menurut sejarah teori ini nampaknya diruntuhkan oleh para ilmuan yang diterapkan secara logistic. Mengapa bisa demikian?
Siapa dan apa Charles Darwin dan teorinya?
Terkait dengan judul di atas, mengingat bahwa seorang Charles Darwin, sang pelopor sekaligus pencipta teori yang mencengangkan bagi dunia. Sebenarnya apa sih, maksudnya teori evolusi menurut penemuan Darwin? Teori evolusi yang ditemukan oleh ilmuan yang bernama Charles Darwin adalah penemuan yang bersifat materialistis dan ilmiah dalam pengembangan ilmu biologi modern, atau disebut juga dengan “Darwinisme”, atau dianggap sebagai teori yang memunculkan sebuah dusta besar. Materialism yang dikemukakan olehnya bahwa keberadaan sesuatu adalah berangkat dari adanya materi, baik yang hidup maupun yang mati. Dari sinilah, berarti dirinya telah meniadakan tuhan. Sama seperti pemikiran sekuler, yang meniadakan akan keberadan Tuhan, menganggap bahwasanya seluruh teori di dunia ini hanyalah manusia yang mengatur, tidak ada campur tangan Tuhan.
Ia juga seorang naturalis Inggris yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teori ini kini dianggap sebagai komponen integral dari biologi (ilmu hayat).[1] Menurutnya, seluruh makhluk hidup berhubungan satu sama lain dan memiiki "common ancestor" (berasal dari satu garis keturunan) dan melalui mutasi species baru muncul. Padahal teori semacam ini tidaklah ilmiyah.
Istilah biologi bukanlah istilah yang tepat bagi teori evolusi, ini hanya sekedar menarik simpati masyarakat. Seandainya masuk dalam kategori biologi, pastinya sebelum teori muncul, pastinya dunia tidak ada cabang-cabang ilmu biologi. Namun kenyataannya, banyak cabang biologi yang sudah muncul sebelum keberadaan teori evolusi, seperti anatomi, fisiologi dan paleontology. Sementara evolusi hanyalah sebatas hipotesa yang dating setelahnya, dan oleh Darwinisme dipaksakan kepada masyarakat.[2]
Hipotesa Darwin menuntut bahwa kehidupan manusia layaknya sebatang pohon, dengan sebuah akar yang sama, yang bagian atasnya berkembang menjadi cabang-cabang yang berbeda.[3]
Teori evolusi dan bantahan terhadap kaum Darwinisme
Di antara teori evolusi dan pemikirannya, manusia tercipta dari molekul air yang kemudian berevolusi menjadi katak kecil atau kecebong, kemudian menjadi ikan, kera dan berkembang menjadi manusia normal. Katanya, seluruh makhluk hidup ada karena kebetulan yang dapat berubah dari satu bentuk kepada bentuk lain, bukan dari sebuah rancangan Tuhan.
Ini menjadi bukti bahwa Darwin telah menyelisihi diantara tafsir QS. An-Nisa’:1, QS. A-Hijr: 15, dan QS.Al-Mu’minun: 12-14, dengan teorinya yang konyol itu. Padahal disebutkan oleh ayat yang mulia, manusia bermula dari penciptaan sosok Adam dari tanah, yang kemudian dicptakanlah pendampingnya, Hawa, dari bagian tubuh adam yang konon katanya adalah tulang rusuk Adam yang bengkok, sementara anak cucunya tercipta dari sperma yang berkembang secara ajaib dalam ruang rahim seorang wanita. Na’udzubillah min dzalik.. maukah kita disamakan dengan kera atau kecebong?
Bermula dari abad ke-19-20, 150 tahun teori ini berkembang pesat di dunia sains. Banyak buku yang dikarang dengan lembaran yang tebal disertai dengan hasutan teorinya yang meracuni manusia. Namun, setelah satu abad setengah berlangsung, perlahan teori ini runtuh. Banyak kebohongan dan keilmiahan yang pada akhirnya ditentang oleh ayat-ayat kauniyah dan akal sehat, bahkan penelitian fosil. Semakin pesat keilmuan berkembang, maka muncullah seorang ilmuan besar Islam yang mengkritik habis teori Darwin. Adalah Harun Yahya, mencoba memeplajari alam dengan tadabur al-Quran dan hadits, serta dengan ilmu otodidaknya ia belajar alam. Berangkat dari sinilah, sosok Harun Yahya yang berusaha meruntuhkan ideology Darwin. Namun apalah, teori ini sudah menyelusup dalam ensiklopedia-ensiklopedia sains sampai buku-buku pegangan siswa di sekolah. Meskipun begitu, banyak sekali tanggapan harum bagi sosok Harun Yahya yang cerdas.
Argument Harun Yahya mengatakan, seluruh makhluk hidup, termasuk kita, merupakan suatu rancangan. Berarti membuktikan akan keberadaan Tuhan, Allah, segalanya dari setiap segala yang mengatur dan mensutradarai segalanya. Argument Harun Yahya yang semakin kuat kebenarannya membuktikan bahwa dunia diciptakan tanpa ada campur tangan manusia. Hanya Allah–lah yang tahu akan segalanya dan mampu akan segalanya. Dunia berdiri akan susunan dan aturan Tuhan, segala sikap dan perilaku manusia tercantum dalam pedoman mulia, adalah Al-Quran dan Hadits.
Bukan hanya Harun Yahya, ilmuwan barat sekalipun bahkan kaum evolusiesme sendiri menyangkal dari ide-ide konyol Darwin. Berdasarkan pengalaman dan penelitian mereka yang bertahun-tahun lamanya, sehingga teori tersebut dapat dilumpuhkan dengan adanya fosil makhluk hidup. Di samping itu, masih banyak sekali keajaiban desain alam di dunia ini menjadi bukti nyata untuk menjatuhkan ide Darwin.

Secara singkat, tidsk diterimanya teori Darwin, karena disebut tidak ilmiyah, artinya tidak bisa memaparkan proses evolusi makhluk hidup secara nyata berdasarkan penelitian terhadap fosil.

*dicuplik dari berbagai sumber terpercaya


[2] Runtuhnya Teori Evolusi Darwin, Harun Yahya, hlm: 21
[3] Runtuhnya Teori Evolusi Darwin, Harun Yahya, hlm: 14

Komentar

Postingan populer dari blog ini

wadhih ad-Dalalah

HUKUM MENIKAHI DUA PEREMPUAN BERSAUDARA SECARA BERSAMAAN

Bagaimana Kita Tahu Terjadi Dislokasi Tulang Belakang?